Geely Stop Ekspansi Karena Pasar EV Melemah

Geely EX5 jadi andalan terbaru di Indonesia, meluncur di IIMS 2025. (geely)
BEIJING, AVOLTA – Pemintaan pasar terutama kendaraan listrik (electric vehicle/EV) secara global dinilai Geely lagi menunjukkan tren yang kurang bagus. Alhasil kelebihan stok karena produksi berlebih dan tidak diserap oleh pasar.
Maka dari itu, bos Geely Auto, Li Shufu menekankan bahwa dalam beberapa waktu ke depan tidak akan melakukan ekspansi, baik untuk pasar domestik Cina maupun global.
Menurut dia, perusahaan bakal menghindari pembangunan kapasitas berlebih dan sebaliknya berfokus pada peningkatan kemampuan teknologi untuk menjadi pemain kunci mobilitas masa depan.
“Industri otomotif global terperosok dalam masalah kelebihan kapasitas yang parah, maka dari itu kami telah memutuskan untuk berhenti membangun pabrik mobil baru,” kata Li dalam cuplikan video konferensi dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (21/6/2025).
Li menjelaskan, kelebihan kapasitas di seluruh dunia dapat dimanfaatkan karena perusahaan menerapkan strategi globalisasinya dengan cara yang lebih bersahabat dan tentu saja mendapatkan margin profit lebih banyak.
Menurut dia, perusahaan bisa kehilangan keuntungan dalam kemampuan manufaktur dan biaya produksi, apabila risiko yang timbul dari kelebihan kapasitas dan penjualan yang lesu tidak dikelola dengan baik.
