Ferrari Tunda Proyek Mobil Listrik Kedua

Fasilitas produksi terbaru, Ferrari e-Building di Maranello, Italia. (Ferrari)
JAKARTA, AVOLTA – Ferrari memutuskan untuk menunda peluncuran mobil listrik keduanya, hingga paling cepat 2028. Berdasarkan laporan Reuters, ditulis Sabtu (21/6/2025), langkah tersebut diambil karena permintaan global untuk supercar listrik sangat rendah.
Penundaan ini, menjadi sinyal bahwa Ferrari memilih bersikap hati-hati dalam mengadopsi teknologi baru, terutama di segmen kendaraan performa tinggi yang selama ini sangat bergantung kepada sensasi berkendara khas mesin konvensional.
Salah satu sumber yang dikutip Reuters menyebutkan, bahwa Ferrari tetap akan meluncurkan model listrik pertamanya pada Oktober 2025, dan pengiriman ke pelanggan dijadwalkan pada Oktober 2026. Model tersebut, akan menjadi edisi terbatas dengan harga di atas US$ 500 ribu atau setara Rp 8,1 miliar.
Selain itu, keputusan untuk menunda model listrik kedua Ferrari ini, bukan hanya karena permintaan yang lemah, tetapi juga karena tantangan teknis. Para pelanggan Ferrari dikenal sangat menghargai suara dan karakter mesin bensin, sesuatu yang sulit ditiru oleh sistem penggerak listrik.
Selain itu, bobot baterai yang besar menjadi masalah dalam mencapai performa tinggi yang menjadi ciri khas Ferrari.
Hal inilah yang membuat pabrikan Italia tersebut memutuskan untuk mengambil waktu lebih lama dalam mengembangkan teknologi listrik yang benar-benar sesuai dengan standar pabrikan.
