Emisi EV: Lembaga Riset Cina Sanggah Omongan Toyoda

SHANGHAI, AVOLTA – Sejumlah lembaga riset internasional dan lembaga riset di Cina merilis temuan baru soal emisi kendaraan listrik (EV) yang dikatakan CEO Toyota Akio Toyoda 9 juta BEV menghasilkan emisi karbon setara dengan 27 juta hybrid.
Mengutip CarnewsChina, Rabu (25/6/2025), berdasarkan Studi Tsinghua University pada 2022, mobil listrik menghasilkan 20% sampai 30% lebih sedikit CO₂ selama digunakan di Cina. Bahkan, ketika memperhitungkan dominasi pembangkit listrik tenaga batu bara.
Mengacu data dari China Automotive Technology & Research Center (CATARC) mobil listrik ringkas di Tiongkok menghasilkan sekitar 118 gram CO₂ per kilometer selama siklus hidupnya. Sebagai perbandingan, mobil bensin sekelasnya menghasilkan sekitar 163 gram CO₂/km.
Secara global, studi yang dipublikasikan di jurnal Nature tahun 2022 menyatakan bahwa mobil listrik merupakan pilihan dengan emisi terendah di lebih dari 95% wilayah. Meskipun emisi produksi BEV lebih tinggi, yakni sekitar 11–14 ton CO₂ dibanding 6–9 ton pada mobil hybrid atau mesin konvensional.
Sementara, mengacu pada riset Argonne National Laboratory, setelah titik tersebut, emisi selama masa pakai BEV tetap jauh lebih rendah.
Selanjutnya menurut data dari MIT dan EPA juga mendukung temuan yang sama, bahkan di wilayah dengan pasokan listrik yang masih kotor.
