Trump Longgarkan Tarif Impor Mobil, Tapi Produsen Masih Ketar-Ketir

Presiden AS Donald Trump. (IST)

JAKARTA, AVOLTA – Presiden Donald Trump baru-baru ini mengumumkan pelonggaran tarif impor mobil dan suku cadang, yang sebelumnya bisa mencapai 25%. Langkah ini bertujuan untuk meringankan beban produsen otomotif dalam negeri, dan memberikan insentif bagi perusahaan yang meningkatkan produksi di Amerika Serikat.

Melalui perintah eksekutif terbaru, pemerintah AS menawarkan program rabat tarif sebesar 3,75% untuk tahun pertama dan 2,5% untuk tahun kedua, sebelum akhirnya dihentikan. Demikian dilansir Carscoops, Jumat (2/5/2025).

Salah satu ketentuan utama dalam kebijakan ini, adalah aturan 85%, yaitu jika sebuah kendaraan dirakit di AS dan terdiri dari minimal 85% komponen yang berasal dari AS atau negara mitra USMCA (Meksiko dan Kanada), maka kendaraan tersebut akan dibebaskan dari tarif impor.

Namun, bagi kendaraan yang tidak memenuhi ambang batas komponen lokal tersebut, tarif akan dikenakan secara proporsional. Misalnya, jika sebuah mobil terdiri dari 50% komponen domestik dan 50% komponen impor, maka tarif hanya akan dikenakan pada 35% dari nilai kendaraan pada tahun pertama.

Kebijakan ini dirancang untuk memberikan waktu bagi produsen dalam menyesuaikan rantai pasoknya dan meningkatkan produksi domestik.

Meskipun demikian, beberapa produsen otomotif besar tetap menghadapi tantangan signifikan. General Motors (GM) misalnya, memperkirakan dampak finansial dari tarif ini bisa mencapai Rp 80 triliun.

Sebagai respon, GM telah merevisi proyeksi pendapatan operasionalnya untuk 2025 menjadi antara Rp 160 triliun hingga Rp 200 triliun, turun dari perkiraan sebelumnya.

Sementara itu, perusahaan seperti Porsche dan Volvo juga merasakan dampak negatif dari kebijakan tarif ini. Porsche memperkirakan kerugian finansial ratusan juta euro hanya dalam dua bulan pertama penerapan tarif. Sementara Volvo telah mengumumkan rencana pemotongan biaya sebesar Rp 30 triliun dan menarik proyeksi keuangannya untuk tahun ini dan tahun depan.

CATEGORIES
TAGS