Tesla Desak Panasonic Segera Produksi Baterai di AS

A Tesla Inc. Model S electric vehicle charges at a Supercharger station in Rubigen, Switzerland, on Thursday, Aug. 16, 2018. Tesla chief executive officer Elon Musk has captivated the financial world by blurting out via Twitter his vision of transforming Tesla into a private company. Photographer: Stefan Wermuth/Bloomberg via Getty Images
JAKARTA, AVOLTA – Tesla meminta pemasok baterai utamanya, Panasonic untuk bisa segera produksi sel baterai di pabrik Kansas, Amerika Serikat. Desakan tersebut, muncul di tengah meningkatnya permintaan untuk memproduksi baterai di Negeri Paman Sam.
Dikutip dari Financial Times, dilansir dari Teslarati, langkah tersebut juga untuk menegaskan strategi Tesla untuk memperkuat rantai pasokan dari dalam negeri, di tengah perdagangan global yang semakin ketat.
CEO Panasonic, Yuki Kusumi, dalam wawancara dengan media asing di Tokyo, mengungkapkan bahwa pelanggan utamanya (Tesla) mendesak untuk percepatan operasional pabrik di De Soto, Kansas.
“Sebagaimana yang telah disampaikan oleh pelanggan kami untuk segera menggerakkan Kansas, kami pun bergegas untuk melakukannya… Ada risiko, tetapi kami memperkirakan permintaan baterai yang kuat dari pelanggan utama kami saat ini,” ujar Kusumi.
Di sisi lain, langkah ini juga diduga kuat merupakan respons langsung terhadap kenaikan tarif impor baterai dari Tiongkok. Kenaikan tarif tersebut meningkatkan biaya bahan baku dan komponen utama bagi produsen kendaraan listrik, termasuk Tesla yang sangat bergantung pada rantai pasokan global yang terintegrasi.
Pabrik baterai Panasonic di Kansas sendiri, memang sedang dalam tahap pembangunan, yang dimulai sejak 2022. Namun, hingga saat ini memang belum digunakan untuk produksi.
Pabrik tersebut, diproyeksikan akan meningkatkan kapasitas produksi AS Tesla sebesar 60% pada Maret 2027. Kemitraan jangka panjang antara Panasonic dan Tesla menegaskan peran krusial Panasonic dalam pasar EV AS.
