Ketika Neta Hapus Logo Besar di Kantor Pusat

JAKARTA, AVOLTA – Neta Auto, yang sempat dianggap sebagai bintang baru di industri kendaraan listrik kini tengah menghadapi krisis besar. Bahkan, baru-baru ini, logo perusahaan di kantor pusat Shanghai, telah dilepas secara diam-diam, menandai babak baru dalam gejolak internal jenama Tiongkok tersebut.

Disitat dari Carnewschina, pihak Neta mengklaim bahwa pelepasan logo tersebut disebabkan oleh masa sewa yang telah berakhir, dan rencana relokasi kantor, meskipun alamat baru belum diumumkan.

Di balik peristiwa ini, terdapat tekanan dari para pemegang saham yang didukung pemerintah untuk menggantikan pendiri sekaligus CEO Neta, Fang Yunzhou.

Kritik terhadap sang pemimpin silih berganti, terutama terkait strategi ekspansi agresif Fang yang dianggap gagal mengatasi kerugian kumulatif sebesar 18,3 miliar yuan (sekitar Rp 40 triliun) dan rasio utang yang melonjak hingga 217%.

Beberapa investor bahkan mendorong perusahaan induk, Hozon New Energy, untuk memasuki proses restrukturisasi kebangkrutan.

Krisis keuangan ini telah berdampak signifikan pada operasional Neta. Produksi domestik terhenti akibat utang kepada pemasok, yang melebihi 6 miliar yuan (sekitar Rp13 triliun), termasuk kepada raksasa baterai CATL yang menghentikan pengiriman.

Meskipun Neta berhasil mendapatkan jalur kredit sebesar 2,15 miliar yuan (sekitar Rp 4,7 triliun) di Thailand, penundaan produksi domestik telah menyebabkan keterlambatan pengiriman pesanan internasional.

CATEGORIES
TAGS