Jaguar Land Rover Stop Produksi di Cina, Ganti Merek Lokal

JAKARTA, AVOLTA – Jaguar Land Rover (JLR) menyerah di Tiongkok, dan tak akan lagi produksi model-model dengan merek sendiri. Namun, perusahaan asal Inggris ini, akan merakit mobil dengan platform buatan Cina, dan khusus untuk pasar lokal Tiongkok mulai 2026.
Disitat dari Carscoops, langkah ini setelah usaha patungannya dengan Chery mengalami kerugian sebesar US$ 18.7 juta pada tahun fiskal lalu.
Dari merek Jaguar, produksi XE, XF, dan E-Pace, yang saat ini diproduksi di pabrik bersama dengan Chery akan dihentikan pada September 2025. Sedangkan Land Rover, akan menghentikan pembuatan Range Rover Evoque, dan Land Rover Discovery Sport di Negeri Tirai Bambu pada akhir tahun depan.
Sementara itu, disitat dari Autonews, JLR akan membuat dan menjual modelnya dengan merek Freelander. Jajaran line-up tersebut, akan didasarkan platform Chery T1X, yang dikembangkan dengan bantuan JLR sejak 2026.
Platform ini sendiri, sekarang menjadi basis dari beberapa SUV Chery, seperti Tiggo, Omoda, dan jaecoo.
Model Freelander pertama akan mengusung teknologi plug-in hybrid, dan meskipun Jaguar Land Rover turut andil dalam desainnya, mobil ini sepenuhnya akan mengadopsi karakteristik Cina dan biaya produksi khas Cina. Tujuannya, agar bisa bersaing, baik secara harga dan selera dengan merek lokal lainnya, seperti BYD, Geely, dan Changan.
