Permintaan Amblas, Nissan Stop Produksi di Wuhan

Nissan Juke hybrid (Autocar)

JAKARTA, AVOLTA – Nissan Motor Co. mengambil langkah besar dalam strategi restrukturisasi globalnya, dengan menghentikan produksi kendaraan di pabrik Wuhan, Cina.

Keputusan ini dilaporkan oleh surat kabar Yomiuri, dan ditulis Senin (28/4/2025), menandai upaya jenama asal Jepang tersebut untuk beradaptasi dengan kondisi pasar otomotif yang semakin ketat di Negeri Tirai Bambu.

Menurut laporan tersebut, Nissan akan menghentikan kegiatan produksi di fasilitas yang dikelola bersama dengan mitranya, Dongfeng Motor Group. Selanjutnya, pabrik tersebut rencananya akan dialihfungsikan menjadi pusat penelitian dan pengembangan (R&D) kendaraan listrik.

Nissan sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan ini, namun perubahan ini sejalan dengan rencana perusahaan untuk meningkatkan fokus pada inovasi kendaraan masa depan.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Pasar otomotif Tiongkok, yang merupakan pasar kendaraan terbesar di dunia, kini tengah menghadapi perlambatan permintaan dan persaingan sengit, terutama dari merek-merek lokal yang agresif menawarkan kendaraan listrik dengan harga lebih kompetitif. Dalam situasi seperti ini, Nissan memilih untuk mengalihkan sumber daya demi memperkuat daya saing jangka panjang.

Selain itu, keputusan ini juga terkait dengan program pemangkasan biaya yang sedang dijalankan Nissan. Beberapa laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Nissan tengah mempertimbangkan untuk memangkas kapasitas produksinya di Cina hingga 30%.

Dengan menutup salah satu pabrik utamanya di Wuhan, Nissan berharap bisa lebih fokus mengembangkan produk yang sesuai dengan tren elektrifikasi yang kini mendominasi pasar global.

CATEGORIES
TAGS