GWM Sebut Teknologi EREV Sudah Kedaluwarsa

Haval Xiaolong Max di Shanghai Auto Show 2023. (carsales)
SHANGHAI, AVOLTA – Great Wall Motors (GWM) memberikan tanggapan soal fenomena pabrikan Cina yang mulai mengembangkan teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV). Menurut perusahaan, teknologi itu sudah kedaluwarsa dan tidak akan ikut-ikutan seperti merek lain.
Senior Vice President GWM, Mu Feng mengatakan, tentunya perusahaan sama sekali tidak akan menggunakan teknologi tersebut.
“Kami lebih baik ‘mati’ daripada harus membuat kendaraan range-extender“, ujar Mu Feng mengutip CarNewsChina, Senin (28/4/2025).
Senada, Chairman GWM, Wei Jianjun mengatakan EREV hanya bersifat sementara dan tidak sesuai dengan strategi pengembangan jangka panjang perusahaan.
Menurut Wei GWM akan fokus pada jalur teknologi hybrid dan listrik murni. Teknologi ini memiliki sejumlah kekurangan, termasuk ketergantungan pada fosil, kapasitas baterai kecil dengan jarak tempuh kurang jauh, lebih rendah efisiensi bahan bakar, hingga kinerja lebih rendah dari EV murni.
Sekadar informasi, teknologi EREV merupakan jenis kendaraan hibrida yang menggabungkan motor listrik dengan mesin pembakaran internal kecil untuk memberikan jangkauan berkendara lebih jauh daripada mobil listrik konvensional.
EREV menggunakan motor listrik sebagai sumber daya utama, sementara mesin pembakaran internal berfungsi sebagai generator yang mengisi daya baterai dan memperluas jangkauan.
Saat ini, teknologi ini telah diadopsi oleh sejumlah merek dari Cina seperti BYD, Jetour, Geely, DFSK, Li Auto, hingga Neta.
