CEO Xiaomi Komentari Kecelakaan Fatal SU7


SHANGHAI, AVOLTA
– Kecelakaan fatal SU7 di ruas jalan tol Dezhou-Shangrao, Provinsi Anhui, terjadi pada 29 Maret 2025 memakan korban tiga orang meninggal dunia. Sebelum peristiwa itu terjadi, mobil listrik itu dalam mode mengemudi Smart Navigate on Autopilot dan melaju dengan kecepatan 116 km/jam.

Laporan saksi mata, mobil tersebut terbakar tepat setelah terjadi tabrakan yang sangat keras. Beberapa berasumsi, pintu Xiaomi SU7 nahas tersebut tidak bisa dibuka yang membuatnya menghalangi proses evakuasi.

Xiaomi Lei Jun buka suara dan berduka cita terhadap tiga korban yang tewas akibat kecelakaan tersebut.

“Saya sangat berduka atas kecelakaan pada 29 Maret malam tersebut. Atas nama Xiaomi saya mengucapkan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada keluarga,” ujar Lei Jun, seperti dikutip Global Times, Senin (7/4/2025).

Menurut dia, perusahaan telah membentuk satuan tugas khusus dan mendatangi lokasi kejadian. Semua data terkait mobil SU7 keluaran Xiaomi itu juga sudah diserahkan kepada kepolisian.

Lei Jun menekankan Xiaomi belum mendapatkan akses untuk memeriksa mobil yang dipakai saat kecelakaan karena masih dalam penyelidikan polisi. Dengan begitu, perusahaan belum bisa menjawab sejumlah pertanyaan terkait kecelakaan mobil tersebut.

Dalam pernyataan resmi, seperti diberitakan Channel News Asia, Xiaomi membeberkan pengemudi di dalam mobil mengambil alih dan mencoba memperlambat kecepatan.

Namun mobil itu bertabrakan dengan tiang dengan kecepatan 97 km/jam. Dalam rangkuman yang dikirim ke kepolisian setempat, Xiaomi menyebut Navigation on Autopilot mengeluarkan peringatan risiko ada rintangan di depan.

Xiaomi menyatakan mobil yang terlibat dalam kecelakaan itu versi standar dari SU7, punya teknologi mengemudi canggih tanpa LiDAR.

CATEGORIES
TAGS