BYD Raja Mobil Listrik 2 Kuartal Berturut-Turut

JAKARTA, AVOLTA – Produsen mobil asal Cina, BYD, kembali mencatatkan pencapaian gemilang dengan menggeser posisi Tesla sebagai produsen mobil listrik baterai (BEV) terbesar di dunia, selama dua kuartal berturut-turut.
Pada kuartal pertama 2025, BYD berhasil mengirimkan 416.388 unit BEV, melampaui Tesla yang hanya mencatatkan 336.681 unit pada periode yang sama.
Disitat dari Carnewschina, keberhasilan ini melanjutkan tren positif BYD sejak kuartal keempat 2024, di mana perusahaan tersebut mencatatkan penjualan 595.413 unit BEV, sementara Tesla mencapai 495.570 unit. Pencapaian ini menandai perubahan signifikan dalam lanskap industri kendaraan listrik global, dengan BYD semakin mengukuhkan dominasinya di pasar dunia.
Salah satu faktor utama yang mendorong kesuksesan BYD adalah inovasi teknologi yang terus dikembangkan, termasuk sistem pengisian daya ultra-cepat yang mampu memberikan jangkauan 400 km hanya dalam waktu 5 menit.
Teknologi ini jauh melampaui kemampuan Supercharger Tesla yang menambahkan sekitar 275 km dalam 10 menit, sehingga mengurangi kekhawatiran konsumen terkait waktu pengisian daya dan meningkatkan adopsi kendaraan listrik.

A Tesla Inc. Model S electric vehicle charges at a Supercharger station in Rubigen, Switzerland, on Thursday, Aug. 16, 2018. Tesla chief executive officer Elon Musk has captivated the financial world by blurting out via Twitter his vision of transforming Tesla into a private company. Photographer: Stefan Wermuth/Bloomberg via Getty Images
Di sisi lain, Tesla menghadapi berbagai tantangan, termasuk penurunan penjualan di pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa, serta ketegangan geopolitik yang mempengaruhi rantai pasokan perusahaan. Kontroversi yang melibatkan CEO Elon Musk juga berkontribusi pada penurunan citra merek dan penjualan Tesla di beberapa wilayah.
Keunggulan BYD dalam integrasi vertikal, di mana perusahaan mengendalikan seluruh proses produksi dari baterai hingga sistem elektronik, memberikan keuntungan signifikan dalam efisiensi operasional dan penetapan harga yang kompetitif.
Strategi ini memungkinkan BYD menawarkan kendaraan berkualitas tinggi dengan harga yang lebih terjangkau, memperkuat posisinya di pasar global.
