Penjualan Tesla Terjun Bebas di Cina dan Australia

JAKARTA, AVOLTA – Tesla mengalami penurunan penjualan yang signifikan di beberapa pasar utama pada awal 2025, termasuk di Jerman, Australia, dan China. Data terbaru menunjukkan pencapaian negatif jenama asal Amerika Serikat ini semakin tajam, menandakan tantangan besar bagi produsen yang selama ini mendominasi segmen kendaraan listrik global.
Di Jerman, Tesla mencatatkan penurunan penjualan yang sangat mencolok, dengan angka penurunan mencapai 59,5% pada Januari dan 76,3% pada Februari 2025. Hanya 1.277 unit yang terdaftar pada Januari, dan jumlah ini bahkan lebih kecil lagi pada Februari tahun ini.
Disitat dari Carscoops, meski pasar kendaraan listrik di Jerman secara keseluruhan mengalami pertumbuhan, Tesla justru terperosok cukup dalam. Penurunan ini menggarisbawahi masalah yang sedang dihadapi Tesla, meskipun Jerman tetap menjadi pasar penting di Eropa.
Australia juga menunjukkan tren yang serupa, di mana penjualan Tesla turun 65,5% dalam dua bulan pertama tahun ini, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Februari, Tesla hanya berhasil menjual 1.592 unit, turun drastis dari 5.665 unit yang terjual pada bulan yang sama tahun sebelumnya.
Meskipun Tesla Model Y yang telah diperbarui baru saja mulai dipasarkan, penurunan ini tetap menjadi indikasi bahwa daya tarik Tesla di Negeri Kangguru mulai memudar.
Situasi di China juga tidak lebih baik. Penurunan penjualan di pasar terbesar kedua Tesla ini mencapai 49,16% pada Februari 2025, dengan hanya 30.688 unit yang terjual dibandingkan 60.365 unit pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Faktor kompetisi yang semakin ketat dari produsen kendaraan listrik lokal semakin memperburuk posisi Tesla di Tiongkok, menambah tantangan bagi perusahaan yang sebelumnya menikmati dominasi pasar yang besar.
Penurunan penjualan ini datang setelah Tesla mengubah ambisinya yang semula ingin menjual 20 juta unit kendaraan per tahun pada 2030. Kini, setelah hampir setahun sejak pernyataan tersebut, Tesla menghadapi kenyataan bahwa target tersebut mungkin terlalu ambisius.
Meski demikian, perusahaan ini tetap menjadi pemimpin di sektor kendaraan listrik, namun persaingan yang semakin ketat dan perubahan selera konsumen menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan tersebut.
