Mazda Pangkas Investasi EV Rp 53 Triliun, Fokus Mesin Hybrid Skyactiv-Z

Mazda Skyactive Z, jadi mesin andalan masa depan. (Mazda)
JAKARTA, AVOLTA – Mazda Motor Corporation mengumumkan perubahan strategi elektrifikasinya dengan memangkas investasi pada kendaraan listrik (EV) sebesar 500 miliar yen (sekitar Rp 53 triliun).
Langkah ini merupakan bagian dari pendekatan “Multi-Solution Mazda”, yang menyeimbangkan antara mobil listrik baterai (BEV), hybrid, dan mesin pembakaran internal (ICE) untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih luas.
Sebagai bagian dari strategi ini, Mazda memperkenalkan mesin generasi terbaru bernama Skyactiv-Z, yang dirancang untuk efisiensi pembakaran optimal dan emisi yang lebih rendah.
Debut perdana mesin ini akan dilakukan akhir 2027, dalam konfigurasi hybrid di Mazda CX-5 generasi terbaru. Jantung pacu ini bakal memenuhi regulasi ketat seperti Euro 7 (Eropa) dan LEV4 (Amerika Serikat).
Ke depan teknologi Skyactiv-Z juga akan diterapkan di mesin inline-enam dan rotary.
Meksipun Mazda memangkas nilai investasi, perusahaan mengaku tetap berkomitmen pada pengembangan mobil listrik. Untuk meningkatkan efisiensi, Mazda menggunakan lini produksi fleksibel yang bisa memproduksi EV dan ICE secara bersamaan, sehingga mampu menghemat biaya investasi hingga 85% dibandingkan membangun pabrik khusus BEV.
Selain itu, Mazda juga menggandeng mitra, seperti Toyota, Changan, Denso, dan BluE Nexus untuk menekan biaya riset dan mempercepat pengembangan platform EV baru yang fleksibel, yang mendukung berbagai jenis baterai dan model kendaraan.
Model EV baru yang dibangun di atas platform ini, dijadwalkan meluncur pada 2027, dengan produksi di Jepang dan baterai yang dipasok oleh Panasonic Energy Corporation.
