Bos Lamborghini Mengkritisi Suara Palsu Ioniq 5 N

JAKARTA, AVOLTA – Hyundai Ioniq 5 N, varian performa tinggi dari Ioniq 5, telah menarik perhatian dengan fitur suara knalpot artifisial yang dirancang untuk meniru sensasi mobil bermesin pembakaran internal. Fitur ini bertujuan memberikan pengalaman berkendara yang lebih emosional bagi pengemudi, meskipun mobil ini sepenuhnya listrik.​

Namun, langkah Hyundai ini menuai kritik dari beberapa kalangan, termasuk bos Lamborghini, Stephan Winkelmann. Orang nomor 1 di pabrikan supercar Italia ini, mempertanyakan keaslian dan kebutuhan akan suara buatan di sebuah kendaraan listrik.

Menurut Stephan, mobil listrik seharusnya menonjolkan karakteristik uniknya tanpa harus meniru elemen dari mobil konvensional.​

Hyundai beralasan bahwa suara artifisial ini membantu pengemudi beradaptasi dengan transisi dari mobil berbahan bakar fosil ke mobil listrik, memberikan umpan balik akustik yang familiar. Namun, kritik menyatakan bahwa pendekatan ini bisa dianggap sebagai gimik yang mengurangi esensi inovasi kendaraan listrik.

Perdebatan ini mencerminkan tantangan industri otomotif dalam menggabungkan teknologi baru dengan ekspektasi konsumen yang terbiasa dengan pengalaman berkendara tradisional. Seiring perkembangan teknologi, produsen mobil dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan elemen klasik atau sepenuhnya merangkul identitas baru sebuah kendaraan listrik.​

Pada akhirnya, respons konsumen akan menjadi penentu apakah fitur seperti suara knalpot artifisial ini, akan menjadi standar pada masa depan atau hanya sekadar tren sesaat dalam evolusi mobil listrik.

CATEGORIES
TAGS