Menhub dan Menperin Sepakat Terapkan Zero ODOL

JAKARTA, AVOLTA – Implementasi Zero Over Dimension and Over Load (ODOL) seharusnya sudah berjalan sejak tahun 2021. Akan tetapi pemerintah mengulur waktu dengan alasan saat itu Pandemi Covid-19 dan ada penolakan dari para pengusaha karena biaya pengiriman menjadi lebih mahal.

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh truk kelebihan dimensi dan muatan. Bahkan tidak sedikit menelan korban jiwa. Apabila dibiarkan, maka bisa merugikan banyak pihak.

Maka dari itu, dua Kementerian yang berkaitan, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian sepakat untuk mengimplementasikan Zero ODOL. Kesepakatan itu tercipta setelah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Rabu (19/2/2025).

“Kami hari ini memformalkan, meresmikan sebuah kesepakatan antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian bahwa sudah saatnya kebijakan Zero ODOL itu diimplementasikan, dilaksanakan di lapangan,” ujar Agus belum lama ini di Jakarta.

Agus mendorong pemberian insentif untuk perusahaan logistik dalam penerapan Zero ODOL, pengembangan sarana dan prasarana seperti peningkatan kualitas jalan, kesiapan armada, penguatan SDM, serta optimalisasi jembatan timbang.

Sementara itu, Dudy dalam keterangan resminya menuturkan, pemerintah sudah mendengar keluhan masyarakat atas truk dan bus ODOL.

“Apa yang menjadi keluhan masyarakat, kami dari pemerintah sangat mendengar. Ini adalah wujud dari komitmen kami untuk memastikan keselamatan transportasi, khususnya transportasi darat. Oleh karena itu, kami sepakat bahwa penerapan Zero ODOL akan segera kita laksanakan tanpa tahapan lagi,” kata Dudy.

CATEGORIES
TAGS