Stellantis Bikin Baterai Lithium Sulfur di AS

JAKARTA, AVOLTA – Stellantis, perusahaan otomotif multinasional resmi mengumumkan kerjasama dengan Zeta Energy Corp, dalam pengembangan baterai lithium-sulfur untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di masa depan.

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, Kamis (12/12/2024) Chief Engineering and Technology Officer Stellantis Ned Curic menuturkan, kolaborasi ini sebagai bentuk komitmen perusahaan menuju era netralitas karbon di masa depan, sehingga mampu menciptakan kendaraan yang ramah lingkungan.

“Teknologi baterai inovatif seperti litium-sulfur dapat mendukung komitmen Stellantis terhadap netralitas karbon pada tahun 2038 sekaligus memastikan pelanggan kami menikmati jangkauan, kinerja, dan keterjangkauan yang optimal,” ujar Curic.

Baterai lithium-sulfur tersebut memiliki kepadatan energi gravimetri yang berbeda dan mencapai kepadatan energi volumetrik yang diklaim sebanding dengan lithium-ion saat ini.

Paket baterai itu memiliki bobot lebih ringan dengan energi yang dapat digunakan seperti lithium-ion konvensional, sehingga memberikan jarak tempuh lebih luas serta kinerja lebih baik.

Sistem ini juga dirancang agar lebih efektif dan efisien yang diklaim dapat meningkatkan kecepatan pengisian cepat hingga 50 %. Diperkirakan teknologi tersebut akan berharga kurang dari setengah harga per kWh baterai lithium-ion saat ini.

Selain itu, kolaborasi ini mencakup pengembangan pra-produksi dan perencanaan produksi di masa depan. Setelah proyek ini selesai, baterai tersebut ditargetkan dapat digunakan untuk menggerakkan kendaraan listrik Stellantis pada tahun 2030.

CATEGORIES
TAGS