Usai Diprotes Toyota Stop Dukung Kampanye LGBT di AS

NEW YORK, AVOLTA – Dukungan Toyota kepada komunitas LGBTQ+ mendapatkan protes keras, khususnya dari aktivis anti-DEI (Diversiry, Equity, and Inclusion). Maka dari itu, pabrikan otomotif asal Jepang ini menghentikan segala aktivitas yang menyangkut dengan kegiatan LGBT di Amerika Serikat (AS).

Melansir Bloomberg, Kamis (10/10/2024), Toyota menyatakan ingin menghindari “diskusi yang sangat dipolitisasi” seputar komitmen perusahaan terhadap DEI. Toyota juga akan memfokuskan kembali program DEI dan menghentikan partisipasi dalam peringkat dan survei yang berkaitan dengan isu LGBTQ+.

“Kami tidak akan lagi mensponsori acara budaya seperti festival dan parade yang tidak terkait dengan pendidikan STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) serta kesiapan tenaga kerja,” bunyi memo tersebut yang beredar pekan lalu.

Selain itu, Toyota juga tidak lagi berpartisipasi dalam survei budaya, dan akan mengakhiri partisipasinya dalam Indeks Kesetaraan Perusahaan tahunan Kampanye Hak Asasi Manusia (HRC), yang pernah memberi mereka nilai sempurna atas upaya DEI mereka.

“Kami akan berupaya memastikan seluruh aktivitas perusahaan selaras dengan nilai-nilai kami dan menciptakan lingkungan yang inklusif bagi anggota tim kami,” bunyi memo tersebut.

Perlu diketahui, Toyota sangat aktif mendukung kampanye LGBT, sebagai contoh pada 2023, Toyota mendorong karyawannya mengikuti parade LGBT di seantero benua tersebut.

“Di seluruh Eropa, karyawan Toyota ikut serta dalam acara Pride untuk menunjukkan bahwa Toyota adalah tempat kerja di mana Anda dapat benar-benar ‘Menjadi Diri Sendiri!’ dan merayakan komunitas LGBTQi+ kami,” bunyi pernyataan Toyota Eropa 2023 lalu.

CATEGORIES
TAGS