Konsumen Cina Perlahan Tapi Pasti Tinggalkan Mobil Jerman

SHANGHAI, AVOLTA – Cina sedang menjadi sorotan, khususnya di industri otomotif karena pasar terbesar mulai bergeser ke Tiongkok sejak beberapa tahun terakhir. Apalagi dalam kurun waktu singkat bermunculan mobil listrik asal Cina yang mendunia.
Kondisi itu juga menjadikan masyarakat Cina mulai meninggalkan merek otomotif asal Jerman, yang sebelumnya pabrikan seperti BMW, Volkswagen (VW), Mercedes-Benz, hingga Porsche merajai Tiongkok.
Melansir Carscoops, Selasa (22/10/2024), penjualan BMW di Cina turun 30%, Porsche turun 19%, VW turun 15%, dan Mercedes-Benz ikut drop 13% pada kuartal terakhir 2024.
Kondisi ini bukan berarti para konsumen di Cina tidak ingin membeli mobil, tapi mereka tidak ingin membeli mobil asal pabrikan Jerman, dan lebih memilih untuk membelanjakan uangnya untuk membeli alternatif yang lebih baru dan berteknologi tinggi, dan yang terpenting alternatif lebih terjangkau dari para produsen mobil Cina yang berkembang pesat.
Meskipun mobil Jerman masih menyumbang 15% dari penjualan mobil baru di Cina, tapi pangsa pasarnya terus menyusut.
Berbeda ketika kondisi sebelum pandemi, dimana pabrikan Jerman itu berkontribusi sebanyak 25% dari total penjualan mobil baru di Cina. Sekarang ini meski merek-merek itu menjual mobil listrik, tapi hanya berkontribusi 10% saja.
