Bos Mitsubishi Usul Australia Jegal EV Cina Pakai Tarif Impor

SYDNEY, AVOLTA – Chief Executive Officer (COO) Mitsubishi Australia Shaun Westscott memberikan usulan agar pemerintah negeri Kanguru memberlakukan tarif impor tinggi untuk mobil listrik alias electric vehicle (EV) buatan Cina, seperti yang dilakukan negara-negara di Uni Eropa.

Melansir Drive, Jumat (25/10/2024), Westcott mengatakan, praktik dumping bisa saja terjadi di Australia apabila pemerintahnya tidak mengambil tindakan seperti negara di Eropa dan Amerika Serikat (AS) yang memproteksi dari produk Cina, khususnya EV.

“Pasar akan semakin besar pada beberapa tahun mendatang dengan munculnya berbagai macam produk, ada sejumlah negara yang waspada terhadap hal ini dan mulai mengkaji pembatasan impor dan tarif karena potensi dumping bisa sangat terjadi,” tutur Westcott.

Akan tetapi jika merujuk ke aturan sepertinya Australia tidak akan bisa menerapkan aturan tersebut, karena  kedua negara ini telah menandatangani kesepakatan perdagangan bebas (FTA) di Beijing pada 2015 lalu.

Alhasil dalam setahun terakhir semakin banyak pabrikan otomotif asal Cina masuk ke Australia, seperti  Zeekr, Jaecoo, hingga Xpeng, dan belum lagi merek lainnya yang sudah punya rencana melebarkan pasarnya di Australia.

“Jika terjadi kelebihan kapasitas dan kelebihan produksi di beberapa negara, banyak dari kendaraan tersebut akan dibuang di Australia. Itulah yang perlu kita waspadai,” ujar Westcott.

CATEGORIES
TAGS