Tarif Baru Uni Eropa Berhasil Injak Mobil Cina

China Cetak Rekor Ekspor 2 Juta Mobil Semester I/2023, BYD dan Chery Andalan (Carnewschina)

JAKARTA, AVOLTA – Kebijakan tarif impor yang lebih mahal untuk mobil Cina di Uni Eropa, berhasil melemahkan penetrasi pasar kendaraan asal Tiongkok. Hal tersebut, terbukti dari jumlah penjualan roda empat dari Negeri Tirai Bambu yang menurun pada Juli 2024, dibanding bulan sebelumnya.

Berdasarkan dataforce, yang dikutip dari Autoblog, Senin (19/8/2024), jumlah kendaraan listrik baru yang didaftarkan oleh produsen mobil Cina seperti BYD dan MG turun 45% pada Juli 2024.

Sementara itu, beberapa analis memperkirakan, penurunan pasar mobil Cina ini, juga dipengaruhi oleh langkah cepat beberapa produsen Tiongkok untuk memasok kendaraannya ke diler, sebelum tarif tambahan berlaku.

“Kami melihat dorongan besar dari produsen Cina untuk mengosongkan stok pada bulan Juli. Kemungkinan besar itu menyebabkan pengurangan iventaris” ujar Matthias Schmidt, seorang analis otomotif independen yang berbasis di Hamburg.

Sementara itu, tarif impor mobil Cina yang besar ini, memang bertujuan untuk melindungi industri otomotif Eropa dari serbuan model asal Tiongkok yang memiliki banderol sangat murah.

Pasalnya, model-model kendaraan tersebut, mendapatkan subsidi dari pemerintahnya, agar bisa menekan harga jual.

Namun, di tengah persaingan yang cukup sengit, dengan tekanan tarif impor yang tinggi, ada satu produsen asal Cina yang masih cukup memberikan perlawanan di pasar Eropa, yaitu BYD. Tercatat, produsen yang berbasis di Shenzen ini, masih bisa meningkatkan pangsa pasarnya dari 7,4% menjadi 8,5% pada Juli 2024, dibanding Juli 2023.

CATEGORIES
TAGS