Pertaruhan Besar Toyota, Hybrid Versus Mobil Listrik

Toyota Rav4 PHEV GR Sport salah satu mobil hybrid andalan mulai dijual di GIIAS 2023. (Inillah.com)
JAKARTA, AVOLTA – Toyota dianggap sebagai produsen yang cukup lambat untuk beralih ke mobil listrik murni. Namun, kritikan tersebut justru bisa menjadi anomali, karena menjadi produsen pertama yang meninggalkan model bensin sepenuhnya di Amerika Utara.
Disitat dari Reuters, seluruh line-up portofolio produk Toyota dan lexus, akan berstatus hybrid. Demikian seperti dijelaskan oleh dua eksekutif Toyota.
Komisaris Utama Toyota, Akio Toyoda memprediksi pangsa pasar mobil listrik global hanya akan mencapai 30%. Sebagai antisipasi, pabrikan otomotif terbesar dunia ini mengusung strategi multi-pathway, yang mencakup mobil listrik, hybrid, kendaraan hidrogen, dan teknologi alternatif lain.
“Ke depan, kami akan mengevaluasi setiap model untuk menentukan apakah menjadi hybrid penuh adalah langkah yang tepat,” ungkap David Christ, kepala penjualan dan pemasaran Toyota di Amerika Utara.
Sementara itu, evaluasi ini akan dilakukan setiap kali model didesain ulang, bahkan mungkin lebih sering. Salah satu contohnya, adalah RAV4 yang akan mengalami perubahan besar untuk model 2026.
Saat ini, RAV4 sebagai SUV terlaris di Amerika, sudah memiliki varian hybrid yang menyumbang sekitar setengah dari total penjualan. Sumber terpercaya mengungkapkan bahwa Toyota sangat mungkin menghilangkan versi bensin dari RAV4 untuk pasar Amerika Utara, meskipun keputusan final belum diambil.
Toyota sendiri telah menghentikan penjualan Camry bermesin bensin untuk model 2025, dan Land Cruiser serta Sienna kini hanya tersedia dalam versi hybrid.
