Korsel Rapat Darurat Bahas Kasus Kebakaran Mobil Listrik

JAKARTA, AVOLTA – Kebakaran kendaraan listrik yang baru-baru ini terjadi di Korea Selatan, membuat pemerintah setempat mengadakan pertemuan darurat. Kasus si jago merah, yang melahap Mercedes-Benz EQE di parkiran bawah tanah apartemen Incheon ini, cukup banyak menimbulkan kerugian.

Disitat dari Reuters, akibat kebakaran mobil listrik asal Jerman ini, sekitar 140 kendaraan lain mengalami kerusakan, 23 warga dilarikan ke rumah sakit, dan sekitar 700 orang harus dievakuasi.

Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan, dilaporkan mengadakan pertemuan untuk membahas serangkaian kasus kebakaran kendaraan listrik tersebut.

Dilansir dari Carscoops, pemerintah Negeri Ginseng ini juga akan segera mengumumkan langkah komprehensif terkait kasus kebakaran kendaraan listrik ini.

Sementara itu, laporan terbaru juga menunjukan, bahwa akan ada peraturan yang mengharuskan produsen mobil untuk mengungkapkan pihak yang menyediakan baterai untuk mobil listrik. Semacam regulasi paspor baterai di Uni Eropa.

Jika benar, tampaknya ini merupakan bagian dari upaya untuk menyudutkan perusahaan asal Cina, seperti Farasis Energy, yang dilaporkan sebagai pembuat baterai untuk Mercedes-Benz EQE tersebut.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Kantor Pusat Pemadam Kebakaran dan Bencana Metropolitan Seoul, yang diterbitkan pada Februari lalu, ada sebanyak 1.399 kebakaran terjadi di tempat parkir di bawah tanah di Korea Selatan pada 2013 hingga 2022, dengan persentase 43,7 persen disebabkan oleh kendaraan.

CATEGORIES
TAGS