Kembangkan Ekosistem EV, Bukan Sebatas Kasih Insentif

Ilustrasi colokan cas mobil listrik Honda e. (Honda)

JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah berkomitmen mendorong penggunaan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) secara luas di Indonesia, untuk mengurangi polusi udara dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Berbagai cara dilakukan guna mengembangkan ekosistem, mulai pemberian insentif, hingga mendatangkan investor asing.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sekarang ini sudah banyak negara yang melihat pembentukan ekosistem EV. Maka dari itu, harus konsisten agar peta jalan transisi tetap berada pada jalurnya.

“Kita tidak dapat bersaing lagi dengan negara-negara tetangga hanya sekadar insentif. Tak hanya insentif, tapi kredibilitas dan kepercayaan menjadi faktor kunci yang harus kita pertahankan,” tutur Luhut dalam Peresmian Pabrik Bahan Anoda Baterai Lithium di Kendal, Jawa Tengah yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.

Luhut menjelaskan, Indonesia harus konsisten dalam dua hal, yaitu legal dan kebijakan, karena selain ketersediaan sumber daya dan pemberian insentif, faktor penting yang menjadi dasar kepercayaan investor ialah kredibilitas.

Maka dari itu, kata Luhut pentingnya investasi pabrik bahan anoda baterai lithium oleh PT Indonesia BTR New Energy Material di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah karena telah menggunakan teknologi tercanggih.

CATEGORIES
TAGS