Jokowi Bilang Kendaraan di IKN Harus Mobil Listrik Bukan Hybrid

Ilustrasi desain IKN di Penajam, Kalimantan. (Antara @nyoman_nuarta)
JAKARTA, AVOLTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini memberikan pernyataan kalau kendaraan yang beredar di Ibu Kota Nusantara (IKN), di Kalimantan Timur, harus kendaraan listrik berbasis baterai. Alasannya menjadikan kawasan IKN menjadi ramah lingkungan atau nol emisi.
Menurut Jokowi, sekarang ini tingkat emisi atau air quality index di IKN berada di angka 6 karena masih ada kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) yang beroperasi.
“Ke depan, nanti akan menjadi tren penggunaan energi hijau. Di sini juga, sampai saat ini 100% sudah menggunakan energi hijau, 100%,” ujar Jokowi dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (15/8/2024).
Bukan hanya itu saja, tetapi Jokowi meminta kepada pihak terkait untuk mulai memikirkan desain transportasi massal yang ramah lingkungan di IKN. Menurut dia, IKN bisa belajar dari Jakarta dengan penyempurnaan di beberapa bagian.
“Tentunya harus sudah mulai dipikirkan bagaimana membuat transportasi massal yang berbasis energi hijau, seperti listrik, gas dan lain-lain,” kata Jokowi.
Dalam hal elektrifikasi kendaraan, tentunya bukan cuma mobil listrik berbasis baterai alias battery electric vehicle (BEV) saja, tapi sebenarnya ada teknologi mesin lain seperti hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), hingga hidrogen.
Akan tetapi perintah orang nomor satu di Indonesia itu, khusus untuk di IKN harus kendaraan listrik berbasis baterai.
“Nanti kalau ini sudah dimulai, dinyatakan mulai, semua kendaraannya juga harus kendaraan listrik,” tutur Jokowi.
