Indonesia Gandeng Afrika, Garap Baterai EV

JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah Indonesia membuka lebar peluang kerjasama dengan negara lain untuk mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Salah satu yang dilirik adalah Afrika, dimana benua itu disebut memiliki banyak kobalt.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, benua Afrika memiliki potensi sebagai pasar besar karena populasinya diperkirakan bakal berlipat pada 2045.

Luhut bercerita, beberapa waktu lalu sempat kunjungan kerja ke Afrika dan September 2024 kembali datang ke sana untuk datang ke acara Indonesia-Africa Forum.

“Mereka melihat Indonesia sebagai negara yang dapat membantu mereka terkait kendaraan listrik ini. Jadi kita akan melakukan kerjasama dengan Afrika,” ujar Luhut beberapa waktu lalu di Jakarta.

Luhut mengatakan, Afrika memiliki salah satu material penting pembuatan baterai EV, yakni kobalt. Indonesia, yang merupakan negara dengan cadangan nikel, bahan baku krusial baterai EV lainnya, bisa memanfaatkan peluang dengan saling berkolaborasi.

Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bidang Percepatan Pengembangan Industri Sektor ESDM Agus Tjahajana Wirakusumah memaparkan Afrika punya potensi kobalt lebih baik ketimbang Indonesia.

“Walaupun kita punya kobalt, tapi tidak sebanyak di Afrika. Karena kobalt kita kan nempel di nikel,” tutur Agus beberapa waktu lalu di Jakarta.

CATEGORIES
TAGS