Volvo Geser Produksi EV dari Cina ke Belgia

JAKARTA, AVOLTA – Volvo Cars yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pabrikan asal Cina, Geely, memutuskan untuk memindahkan perakitan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dari Tiongkok, ke Belgia. Langkah ini dilakukan agar tidak kena tarif Uni Eropa, sehingga harga jualnya tetap kompetitif.

Mengutip The Times, Selasa (11/6/2024) model EX30 dan EX90 yang sebelumnya dirakit di Cina akan dipindahkan ke Belgia, bahkan untuk pasar Inggris juga kemungkinan besar akan mengambil unit dari pabrik Volvo yang berada di Belgia.

Perlu diketahui, bahwa hubungan Cina dengan negara Uni Eropa sedang tidak baik-baik saja.  Uni Eropa berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada Cina, khususnya produk yang ramah lingkungan, termasuk mobil listrik.

Komisi Eropa yang mengawasi kebijakan perdagangan di Uni Eropa, beranggotakan 27 negara telah melakukan penyelidikan untuk melihat apakah mobil listrik (EV) yang diproduksi di Cina menerima subsidi yang tidak wajar dan perlu dikenakan tarif tambahan ata tidak.

Alhasil pada 4 Oktober 2023 hingga 13 bulan ke depan, komisi akhirnya mengenakan bea anti-subsidi kepada produk yang diimpor dari Cina. Maka dari itu mobil listrik Volvo dipindahkan ke Eropa agar tetap bisa bersaing dengan para kompetitor di benua biru tersebut.

CATEGORIES
TAGS