Dorong Neta Jadikan Indonesia Basis Produksi Mobil Listrik

JAKARTA, AVOLTA – Hozon Energy Automobile Co., Ltd (Hozon) telah merealisasikan investasinya di Tanah Air, melalui bendera PT Neta Auto Manufacturing Indonesia. Bahkan, jenama asal Cina ini, telah mulai perakitan Neta V-II di pabrik milik PT Handal Indonesia Motor.

Langkah Neta ini, kemudian mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perindustrin, saat Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan lawatan ke Tiongkok, beberapa waktu lalu.

“Kami tentu berharap ke depan, aktivitas produksi Neta bisa lebih ditingkatkan. Apalagi strategi market dari Neta, 50 persen dari total produksi akan dijadikan barang ekspor, dan secara global perusahaan ini sudah melakukan ekspor ke 40 negara di dunia,” ujar Agus, di Beijing, disitat dari laman resmi Kemenperin, Selasa (18/6/2024).

Menperin menyampaikan, pihaknya tertarik untuk mendorong Neta bisa tumbuh bersama dengan baik dalam membangun industri otomotif yang berdaya saing global.

“Pemerintah memiliki berbagai macam fasilitas insentif yang bisa dimanfaatkan Neta sehingga bisa menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan hub ekspor, khususnya untuk roda kendaraan setir kanan,” tuturnya.

Sementara itu, pasar ekspor kendaraan listrik yang perlu dijajaki oleh Neta antara lain ke negara-negara wilayah ASEAN dan Oceania. “Kami melihat adanya peluang untuk melakukan ekspor ke Australia, karena di sana adalah negara dengan setir kanan. Mungkin secara ekonomi bisa menguntungkan, dan diharapkan juga produksinya bisa di Indonesia,” ungkap Agus.

Kementerian Perindustrian pun mengharapkan agar pihak Neta melakukan riset pasar yang komprehensif terhadap selera masyarakat Indonesia, sehingga produk yang dihasilkan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Selanjutnya, Kemenperin mendorong agar Neta dapat melakukan percepatan line up produksi EV lainnya di Indonesia.

CATEGORIES
TAGS