Toyota Pakai Platform BYD Jualan PHEV di Cina

BYD incar produksi 150 ribu unit kendaraan listrik per tahun di Thailand (Asia Nikkei)

JAKARTA, AVOLTA – Toyota berencana untuk menggunakan platform DM-i milik BYD untuk model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang bakal dijual di Cina. Kabarnya, raksasa otomotif asal Jepang ini, akan memperkenalkan dua atau tiga model PHEV dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Disitat dari laman Carnewschina, Toyota tidak akan lagi menggunakan platform THS atau Toyota Hybrid System yang tertanam di model hybrid jenama asal Negeri Matahari Terbit tersebut di pasar Tiongkok.

Pasalnya, kendaraan jenis hybrid tidak bisa mendapatkan pelat nomor hijau di Cina. Dengan begitu, mobil ramah lingkungan ini tidak berhak mendapatkan subsidi dan perlakuan yang sama seperti model battery electric vehicle (BEV) atau PHEV.

Toyota sebelumnya telah meluncurkan versi hibrida plug-in E+ untuk Corrola, Levin, dan RAV4 di Cina tanpa banyak keberhasilan. Ketiga kendaraan baru ini akan menggunakan platform PHEV yang berbeda dari model-model sebelumnya.

“Namun yang pasti, jika teknologi DM-i BYD diadopsi, Toyota pasti akan melakukan pemolesan dan penyetelan baru, dan pengalaman berkendara dari model akhir akan tetap berbeda,” ungkap salah seorang sumber dari Toyota.

Pemanfaatan platform kendaraan ramah lingkungan BYD ini, bisa terjadi karena memang kedua perusahaan telah kerja sama pada 2021, dengan mendirikan perusahaan yaitu BYD Toyota Electric Vehicle Technology, dengan pembagian saham 50 % yang sama.

Platform DM-i adalah singkatan dari DualMode, dan diluncurkan pada 2008. Setelah itu, BYD juga menghadirkan generasi kelima dari platform DM-i yang memungkinkan kendaraan PHEV memiliki jarak tempuh 2.000 km dan mengkonsumsi bahan bakar 2,9 liter per km.

CATEGORIES
TAGS