Elon Musk Rayu Pemerintah Cina Tes Taksi Tesla

Hyundai Produksi Taksi Tanpa Supir Ioniq 5 di Singapura (Paultan)
JAKARTA, AVOLTA – CEO Tesla, Elon Musk mengusulkan pengujian paket bantuan pengemudi canggih di Cina, yang bisa diterapkan di Robotaxi. Hal tersebut, disampaikan oleh pria berusia 52 tahun ini, selama kunjungannya ke Tiongkok, disitat dari China Daily, dari Reuters, Kamis (9/5/2024).
Pejabat Cina mengatakan kepada Tesla, bahwa pihak pemerintah negara tersebut menyambut pabrikan asal Amerika Serikat ini untuk melakukan beberapa tes Robotaxi di negaranya.
Namun, pihak berwenang di Cina sendiri tidak segera menyetujui penggunaan fungsi full self-driving (FSD) secara luas.
Sebelum fungsi FSD ini diluncurkan secara resmi, Tesla perlu mendapatkan persetujuan untuk mengumpulkan dan transfer daya yang dibutuhkan untuk mencoba fitur bantuan pengemudinya tersebut.

Elon Musk menjual saham Tesla untuk bayar pajak di Amerika. (MotorTrend/Nick Yekikian)
Sedangkan China Daily menambahkan, bahwa masalah ini tidak dibahas secara rinci selama kunjungan Elon Musk itu.
Seseorang yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada Reuters, bahwa Tesla sedang berusaha mengajukan permohonan untuk meluncurkan pengetesan Robotaxi di Shanghai, tempat pabrik terbesar Tesla ini.
Sementara itu, Tesla dan pemerintah kota Shanghai tidak segera menanggapi permintaan komentar, terkait rencana pengetesan Robotaxi ini.
Di samping pengajuan pengetesan Robotaxi ini, selama kunjungan ke Cina, Elon Musk juga melakukan lobi dengan asosiasi otomotif terkemuka di negara tesebut, yang menghasilkan keputusan jika Model 3 dan Model Y lolos peraturan keamanan data. Hal ini , memungkinkan pemerintah daerah mengizinkan mobil Tesla masuk ke wilayah Tiongkok, yang sebelumnya dilarang.
