Startup Cina Bikin Baterai Daya Jelajah 1.055 Km

JAKARTA, AVOLTA – Setiap pabrikan otomotif khususnya yang menjual mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) terus berinovasi agar bisa menawarkan daya jelajah yang maksimal. Sebab, faktor itu menjadi konsentrasi khususnya bagi para konsumen agar bisa berjalan lebih jauh.
Melansir CarnewsChina, Sabtu (6/4/2024), perusahaan starup asal Cina, Nio berhasil membuat baterai semi-solid (SSB) 150 kWh yang siap diproduksi massal. Baterai ini akan tersedia sebagai bagian dari layanan tukar baterai (swap) Nio dalam beberapa bulan ke depan.
Baterai Nio 150 kWh ini menawarkan kepadatan energi 260 Wh/kg dan mampu menjelajah hingga 1.055 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Selain itu, baterai ini juga memiliki teknologi canggih, salah satunya sistem pendingin yang enam kali lebih kuat dibandingkan baterai biasa, dan bobotnya juga dibikin lebih ringan.
Melalui media sosial, Nio mengumumkan bahwa peluncuran resminya dijadwalkan pada kuartal kedua tahun 2024. Nantinya baterai ini akan tersedia di Stasiun Penukaran Daya (Power Swap Stations/PPS) Nio.
Perlu diketahui, mobil listrik Nio kebanyakan ditawarkan dengan dua pilihan baterai, yaitu 75 kWh dan 100 kWh. Perusahaan menyediakan opsi kepemilikan mobil tanpa baterai, jadi konsumen bisa memilih layanan berlangganan baterai dengan pembayaran bulanan.
Opsi terbaru untuk baterai 150 kWh hanya akan tersedia melalui layanan berlangganan yang bisa dinikmati oleh seluruh pelanggan Nio di Cina.
