Rugi, Mercedes-Benz Tunda Jadi Pabrikan Full EV

JAKARTA, AVOLTA – Mercedes-Benz mengumumkan menunda target elektrifikasinya hingga 2025, dan meyakinkan investor jika masih akan terus merombak model mesin pembakaran internal. Pasalnya, pabrikan asal Jerman ini terus mengalami kerugian, saat peralihan ke mobil baterai.

Disitat dari Reuters, Mercedes-Benz tetap terus membangun mobil bensin hingga 2030. Keputusan tersebut, menyusul laba yang terus turun hingga 21% pada kuartal keempat 2023.

Sebelumnya, pada 2021, Mercedes-Benz memang telah mengumumkan rencananya untuk memproduksi 100% mobil listrik pada akhir dekade. Dengan syarat, kondisi pasar memungkinkan untuk target tersebut bisa dijalankan.

Sementara itu, Mercedes-Benz memang mengalami penurunan pendapatan pada kuartal keempat 2023 di pasar-pasar terbesarnya. Namun, dengan tetap memproduksi mobil bensin, akan mampu memenuhi kebutuhan konsumen hingga 2030-an.

Mercedes-Benz sendiri, mengalami penurunan pendapatan kuartal keempat 2023, termasuk di Amerika Serikat, yang turun 7,4% dan Jerman anjlok 2,8%.

Meski pendapatan tahunan Mercedes-Benz naik naik 2,1%, menjadi USD153,2 miliar, namun laba operasional turun 4% pada 2023 menjadi hanya US$19,7 miliar.

Kendati demikian, kendaraan listrik (termasuk hibrida) hanya menyumbang 21,8% dari penjualan kuartal 4, dengan pangsa 19,7% pada 2023.

MercedesBenz mengatakan pihaknya memperkirakan EV dan mobil hybrid akan mewakili 19% hingga 21% dari penjualan kendaraan tahun ini. Kendaraan listrik meningkat 61,3% pada 2023 menjadi 240.668 unit, sedangkan penjualan PHEV turun 12,5%

CATEGORIES
TAGS