Manufaktur AS Desak Blokir Mobil Cina dari Meksiko

JAKARTA, AVOLTA – Para produsen otomotif khususnya asal Cina mulai bergerak investasi di Meksiko. Tujuan utamanya, yaitu untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dan mengurangi biaya ekspor ke pasar Amerika Utara.
Salah satu yang investasi gede-gedean adalah BYD, karena dijadwalkan membangun pabrik untuk mobil listrik. Kondisi ini diyakini oleh kelompok advokasi manufaktur Amerika Serikat (AS), Alliance for American Manufacturing, bisa merusak ekosistem pabrikan di Amerika.
Mengutip Reuters, Selasa (27/2/2024), kelompok manufaktur itu mendesak pemerintah AS untuk melakukan aksi blokir impor mobil Cina khususnya listrik dari Meksiko.
Masuknya mobil Cina murah yang didukung oleh kekuatan dan pendanaan pemerintah Cina ke pasar Amerika bisa menjadi peristiwa memusnahkan bagi sektor otomotif AS.
Oleh karena itu pemerintag AS harus mencegah mobil dan komponen buatan pabrik Cina di Meksiko mendapat keuntungan dari perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara (USMCA).
“Pintu belakang perdagangan untuk impor mobil Cina harus ditutup sebelum menyebabkan penutupan pabrik massal dan kehilangan pekerjaan di Amerika Serikat,” tulis laporan yang dirilis Alliance for American Manufacturing.
Menanggapi isu itu, pemerintah Cina melalui kedutaannya di Washington menyatakan bahwa ekspor mobil mencerminkan perkembangan kualitas tinggi dan inovasi kuat dari industri manufaktur China atau mereka mampu menyediakan produk hemat biaya dengan kualitas tinggi kepada dunia.
