Elon Musk Akui Jepang Sulit Ditaklukkan

Elon Musk – dok.Time Magazine

JAKARTA, AVOLTA – CEO Tesla Inc Elon Musk mengakui kalau pasar otomotif Jepang sulit ditaklukkan dalam hal menjual kendaraan listrik alias electric vehicle (EV). Kondisinya kata Musk berbeda dengan negara lain seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Cina yang mulai terbuka pada mobil listrik.

Melansir laman Business Insider, Kamis (1/2/2024) Musk mengatakan Jepang sedikit terlambat mengadopsi teknologi mobil listrik, begitu juga dengan konsumennya yang saat ini lebih percaya pada mobil konvesional dan hybrid.

“Ada sejumlah wilayah geografis ketika pangsa pasar kami sangat rendah, sebagai contohnya di Jepang,” kata Musk dalam sesi earnings call untuk kuartal keempat awal pekan ini.

Musk mengatakan, pada tahun 2010 dia pernah memprediksi kalau Jepang akan menjadi pasar terbesar Tesla di luar AS. Tapi, pada kenyataannya sampai sekarang Tesla tidak berhasil menorehkan pencapaian positif di negeri Matahari Terbit itu.

Analis otomotif senior Bloomberg Intelligence Tatsuo Yoshida mengatakan, penjualan mobil listrik meningkat drastis di sejumlah negara dalam beberapa tahun terakhir, tetapi Jepang tergolong lambat dalam menjual mobil listrik.

Salah satu faktornya adalah karena mobil berteknologi hybrud cenderung mendominasi pasar Jepang dengan catatan penjualan mobil hibrida mengalahkan penjualan mobil bensin dan diesel untuk pertama kalinya pada tahun 2023.

“Di Jepang, mobil hibrida populer karena harganya terjangkau dan dapat diandalkan, tidak bergantung pada keberadaan infrastruktur pengisian daya yang kuat,” ujar Yoshida.

CATEGORIES
TAGS