AS Mulai Rem Percepatan Kendaraan Listrik

A Tesla Inc. Model S electric vehicle charges at a Supercharger station in Rubigen, Switzerland, on Thursday, Aug. 16, 2018. Tesla chief executive officer Elon Musk has captivated the financial world by blurting out via Twitter his vision of transforming Tesla into a private company. Photographer: Stefan Wermuth/Bloomberg via Getty Images
NEW YORK, AVOLTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang dipimpin Presiden Joe Biden akhirnya melonggarkan aturan soal percepatan kendaraan listrik, setelah para buruh melakukan aksi demo meminta agar penguasa memberikan waktu lebih.
Mengutip laman The New York Times, Rabu (21/2/2024), Joe Biden berencana mencabut kembali peraturan ketat Environmental Protection Agency atau Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) yang menghendaki produsen mobil AS untuk mengubah kendaraan listrik menjadi bisnis utama mereka pada 2032.
Para pelaku industri telah meminta pemerintah untuk memberi lebih banyak waktu guna menurunkan biaya kendaraan listrik, sekaligus membangun infrastruktur pengisian daya nasional secara lebih lengkap.
Dalam laporan tersebut disampaikan juga para pemimpin buruh menekan Biden untuk memberi kebih lebih banyak waktu guna memperluas keanggotaan serikat pekerja bagi mereka yang bekerja di pabrik kendaraan listrik baru di AS.
Dukungan serikat pekerja sangat penting ketika Biden menghadapi pemilu ulang saat ia menghadapi situasi iklim yang buruk dan serangan dari kandidat lain yaitu mantan Presiden Donald Trump.
Persyaratan awal EPA mengharuskan kendaraan listrik menyumbang 67 persen dari penjualan kendaraan ringan baru dan 46 persen penjualan kendaraan medium baru pada tahun 2032, sebuah lonjakan besar dari 7,6 persen yang dicatat oleh Times pada tahun lalu.
