Toyota Recall Ratusan Unit bZ4X di Indonesia

JAKARTA, AVOLTA – Kampanye Penarikan kembali untuk diperbaiki alias recall dilakukan oleh PT Toyota Astra Motor (TAM), untuk mobil listrik bZ4X. Program ini melibatkan model bertenaga baterai asal Jepang tersebut, yang diproduksi antara Maret 2022 hingga Juni 2023, sebanyak 595 unit.

Dijelaskan oleh Toyota, bZ4X dilengkapi dengan combination meter system, yang dikendalikan electronic control unit (ECU). Kemudian, berbagai informasi penting terkait mobil listrik seperti lampu peringatan dan indikator, pengukur kendaraan pada umumnya, pengukur performa baterai dan motor listrik, jarak tempuh, pesan, dan informasi penting lainnya, akan ditampilkan dalam bentuk Multi Information Display (MID) dan dikirimkan ke Data Communication Module (DCM).

“Kami akan melakukan pemeriksaan beserta reprogramming dalam bentuk software update pada Electronic Control Unit (ECU) pengendali Combination Meter yang berfungsi menampilkan seluruh informasi penting kendaraan dalam bentuk Multi Information Display (MID),” jelas Wakil Presiden Direktur PT TAM, Henry Tanoto, dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (30/1/2024).

Toyota menyerahkan mobil listrik bZ4X ke pemerintah untuk ajang KTT G20, di Bali. (TAM)

Pada prinsipnya, DCM berkomunikasi dengan ECU pada combination meter untuk memeriksa status kendaraan dalam jangka waktu tertentu setelah kunci kontak dimatikan. Jika komunikasi antara DCM dan ECU terjadi pada saat ECU menjalankan proses tertentu, ada kemungkinan ECU tidak menyelesaikan proses yang sedang dikerjakannya.

Ketika situasi tersebut terjadi, tampilan MID akan jadi blank atau kosong, setelah siklus kunci baru, yang selanjutnya tidak akan menampilkan tanda dan indikator tertentu.

Dengan ECU juga berinteraksi dengan fungsi lain seperti lampu penunjuk arah, hazard, dan Pre-Collision System (fitur dari teknologi Toyota Safety Sense 3.0), maka fungsi tersebut akan dinonaktifkan. Akibatnya, kendaraan tersebut berpotensi tidak memenuhi persyaratan tertentu terkait safety. Jika mobil dipaksakan berjalan tanpa fungsi-fungsi ini, dapat meningkatkan risiko kecelakaan pada kondisi berkendara tertentu.

Proses reprogramming (software update) untuk memperbarui sistem dan mengatasi potensi malfungsi akan dilakukan oleh teknisi ahli bersertifikat Toyota global sehingga prosesnya dapat berlangsung dengan cepat dan aman.

Estimasi waktu proses pengecekan ini sendiri hingga software update selesai, berlangsung maksimal dua jam, tanpa adanya penggantian komponen apapun.

CATEGORIES
TAGS