Toyota Buka Peluang Konversi ICE ke BEV di Indonesia

Toyota Kijang Innova EV Concept Study Car, diciptakan sebagai bahan riset menuju produk elektrifikasi. (TAM)
JAKARTA, AVOLTA – Toyota terus berencana untuk bisa menurunkan emisi karbon di Indonesia, dan mendukung target net zero emission (NZE) pada 2030. Salah satu caranya, adalah membuka pilihan untuk melakukan konversi mobil konvensional atau internal combustion engine (ICE) menjadi listrik.
Dijelaskan Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), solusi konversi mobil konvensional menjadi listrik, adalah salah satu usaha dengan melihat ada banyaknya populasi kendaraan bensin di Tanah Air, yang mencapai 10 sampai 15 juta unit.
“Kalau 2030, kita punya target untuk turun emisi hanya mengandalkan mobil baru saja, ya susah tercapai. Jadi, harus melibatkan mobil lama,” ujar Bob di xEV Centre Toyota, Karawang, beberapa waktu lalu.
Bob melanjutkan, saat ini Toyota memang tengah melakukan riset untuk bisa melakukan konversi mobil bermesin ICE menjadi baterai murni atau battery electric vehicle (BEV). Bahkan, pabrikan asal Jepang ini, juga sudah menyiapkan model konversi tersebut, yang kini masih menjalani uji coba yang dirahasiakan.

“Kita juga sudah melakukan konversi. Ke depan, juga kita melihat selain BEV, biomasa itu juga merupakan satu alternatif solusi juga untuk energi kita ke depan,” tegas Bob.
Sebagai informasi, Toyota memang sudah melakukan konversi mobil listrik ini, tepatnya saat mengubah Innova bensin menjadi listrik dan dipamerkan di gelaran IIMS hybrid 2022 lalu.
Model ini didasarkan dari Innova Venturer sehingga platformnya Ladder Frame, bukan TNGA. Motor elektrik yang digunakan sanggup menghasilkan torsi sebesar 700 Nm dengan kecepatan puncak 120 Kpj.
Konversi serupa. juga sudah dilakukan oleh. prinsipal Toyota di Jepang, dengan merekondisi, sekalligus memodifikasi Toyota AE68 Sprinter menjadi mobil listrik. Prototipe ini muncul perdana di Tokyo Auto Salon 2022 lalu.
