Toyota Belum Bisa Bikin Mobil Listrik Murah

Platform mobil listrik Toyota, E-TNGA. (Toyota)
JAKARTA, AVOLTA – Mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) berdimensi kecil dan harga murah, dikuasai oleh merek Cina. Sebagian besar merek asal Tiongkok itu memiliki model tersebut untuk memperluas dan menambah volume penjualan.
Sebagai contoh di Indonesia, status pemegang mobil listrik termurah dipegang oleh Wuling Air EV yang dijual mulai Rp 188,9 juta, ada juga Seres E01 yang dibanderol dengan nilai serupa. Bahkan Air EV sukses mengaet konsumen dengan total penjualan sepanjang 2023 mencapai 5.575 unit.
Strategi tersebut ternyata tidak bisa dilakukan oleh Toyota, karena pabrikan asal Jepang ini menilai harga baterai untuk mobil listrik masih tinggi. Alhasil, dalam waktu dekat ini belum bisa menghadirkan mobil listrik mungil dengan banderol murah.
Andrea Carlucci, Director of Marketing and Product Development Toyota Europe, menjelaskan, harga premium masih melekat pada mobil listrik untuk saat ini dan dinilai kehadiran mobil listrik berukuran kecil dan terjangkau belum menguntungkan dalam skala besar.
“Kami tidak dapat mencapai level tersebut saat ini. Tetapi untuk ke depan tidak menutup kemungkinan,” ujar Carlucci dilansir Autocar, Jumat (19/1/2024).
Carlucci mengatakan, ke depan Toyota akan meluncurkan lima SUV terbaru mulai periode saat ini hingga 2026 mendatang. Ke depan juga bisa saja menghadirkan pilihan mobil listrik mungil murah untuk konsumen.
“Saya tidak mengatakan kami tidak menginginkan ada pasar di sana, tapi saya hanya mengamati perkembangan pasar saat ini,” jelas Carlucci.
