Terbaru, Eropa Bakal Wajibkan Baterai EV Pakai Paspor

Ilustrasi, pengecasan baterai mobil listrik – dok.European Commision

JAKARTA, AVOLTA – Mobil listrik berbasis baterai (BEV) akan menjadi masa depan di industri otomotif. Para pabrikan pun mulai mengembangkan kendaraan listrik dengan berbagai keunggulan, terutama menawarkan daya jelajah yang jauh.

Tentunya daya jelajah jauh itu didukung oleh teknologi baterai yang canggih, dan sistem pengisian cepat. Maka dari itu baterai merupakan komponen penting pada kendaraan listrik.

Melansir laman Carscoops, Senin (22/1/2024) maka dari itu Uni Eropa bakal menerapkan aturan baru terkait baterai mobil listrik wajib dilengkapi paspor. Tujuannya tidak lain untuk mengetahui bahan baku, sumber, dan informasi mengenai jenis material.

Detailnya masih dirumuskan oleh regulator di Uni Eropa dan akan membentuk Konsorsium Battery Pass untuk menyelesaikan rinciannya. Nantinya program ini ditunggangi oleh Kementerian Federal Jerman untuk Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim dan telah bermitra dengan perusahaan seperti Audi, BMW, dan lainnya.

Selain itu, produsen paspor baterai Circulor nantinya yang akan bertindak sebagai pimpinan teknis. Kepala urusan luar negeri di Circulor Ellen Carey menuturkan, paspor akan berharga antara 7 euro atau setara dengan Rp 119.000 dan 12,80 euro atau senilai Rp 218.000 per baterai.

Langkah ini bertujuan untuk menciptakan akuntabilitas rantai pasokan. Paspor baterai yang saat ini dikembangkan oleh Circulor untuk kendaraan listrik dapat mengungkap sumber kobalt, grafit, litium, mika, dan nikel dalam baterai.

Nantinya paspor tersebut juga akan menggunakan data industri Internet of Things untuk mengidentifikasi organisasi dalam rantai pasokan produsen.

Spekulasinya, paspor baterai EV ini bakal jadi salah satu alat untuk menghalau mobil listrik Cina ke Eropa, karena dikenal masih memanfaatkan proses penambangan yang tidak ramah lingkungan.

CATEGORIES
TAGS