Suzuki Ikut Ngarep Insentif Hybrid ke Pemerintah

Suzuki XL7 Hybrid meluncur di Indonesia. (100Kpj.com)
JAKARTA, AVOLTA – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) salah satu pabrikan yang fokus menjual mobil berteknologi hybrid di Indonesia, ketimbang listrik murni. Produk jagoan di segmen hibrida itu, Ertiga dan XL7 Smart Hybrid mengisi ceruk pasar LMPV dan LSUV.
Suzuki Indonesia pun percaya bahwa sekarang ini hybrid merupakan pilihan tepat sebelum beralih ke langkah selanjutnya, yaitu listrik murni. Bahkan diklaim juga mampu memberikan kontribusi besar terhadap target netral karbon pada tahun 2060.
Maka dari itu, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Harold Donnel berharap, pemerintah bisa memberikan perhatian lebih untuk teknologi mobil hybrid yang dijual di Indonesia, seperti halnya mobil listrik murni.
“Kalau pemerintah akan memiliki keberpihakan lebih kepada hybrid kita akan sangat berterima kasih sekali dan kita berharap ini sama-sama akan mendukung industri otomotif,” ujar Harold belum lama ini di Kawasan Senayan, Jakarta Selatan.
Harold menjelaskan, tentunya jika sama-sama memiliki target menurunkan netral karbon pada tahun 2060 maka bukan lagi bicara harus listrik atau hybrid, tetapi lebih bisa melihat semua teknologi dengan bahan bakar terbarukan.
“Maka dari itu, kami akan melakukan transisi teknologi secara bertahap dan hati-hati,” kata Harold.
Selain Suzuki, pabrikan lain seperti Toyota, Honda, dan Mitsubishi juga berharap pemerintah bisa memberikan insentif pada mobil berteknologi hybrid, seperti perlakuan terhadap mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV).
