Subsidi Motor Listrik Jadi Beban Penyerapan Anggaran

Motor listrik Honda EM1 e: di GIIAS 2023. (AHM)
JAKARTA, AVOLTA – Pemberian subsidi sepeda motor listrik senilai Rp 7 juta dianggap menjadi beban penyerapan anggaran negara. Sebab sepanjang tahun 2023 hanya terserap 11.532 unit atau sekitar Rp 78 miliar, sehingga masih jauh dari target 200.000 unit dengan anggaran Rp 1,4 triliun.
Menurut Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, rendahnya serapan program subsidi motor listrik memengaruhi kinerja penyerapan anggara Kementerian, termasuk anggaran Kemenperin.
“Penyerapannya tidak sesuai, bahkan jauh dari apa yang sudah disiapkan, yaitu 200.000 unit motor listrik, itu menjadi beban kita dalam konteks kita tidak berhasil men-deliver atau memberikan penyerapan anggaran yang tinggi,” ujar Agus belum lama ini di Jakarta.
Agus menjelaskan, sejauh ini total penyerapan anggaran Kemenperin di luar program subsidi motor listrik mampu mencapai 99 persen. Akan tetapi secara persentase sekarang menurun karena adanya anggaran subsidi motor listrik.
“Tapi ketika anggaran itu di-blend dengan anggaran insentif, nah itu bawa dampak yang kemudian menurunkan penyerapan anggaran kita cukup dalam. Mungkin sekitar 77-80 %,” kata Agus.
Meski demikian, program tersebut dilanjutkan di tahun 2024 ini dengan alokasi anggaran subsidi pembelian motor listrik mencapai Rp 350 miliar atau sebanyak 50.000 unit. Agus pun optimistis kalau target itu akan terpenuhi pada tahun 2024 ini.
