Pasca-Gempa Jepang Pabrik Toyota Kembali Beroperasi

Proses produksi Toyota Mirai di pabrik Toyota di Jepang. (Toyota)
JAKARTA, AVOLTA – Awal tahun 2024 gempa besar berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang Jepang. Dampaknya banyak bangunan runtuh, termasuk pabrik komponen otomotif sehingga proses produksi perakitan kendaraan menjadi terganggu.
Salah satu yang terkena imbasnya adalah Toyota, karena dua pabrik pemasok komponen utamanya terkena guncangan gempa. Alhasil pabrikan otomotif itu menghentikan proses perakitan selama beberapa hari.
Melansir Reuters, Senin (8/1/2024), Toyota Motor Corp (TMC) akhirnya kembali mengoperasikan pabrik perakitan mulai hari ini, karena dua pabrik pemasok komponennya sudah bisa memproduksi dan mengirimkan barang ke seluruh jaringannya.
Dua pemasok terbesar yang terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,6 itu, yakni Aisin dan Sumitomo Electric. Keduanya disebut mengalami kerusakan, dan sekarang sudah berangsur membaik.
“Perusahaan berusaha memahami situasi rantai pasokan setelah pemasok Aisin dan Sumitomo Electric mengalami kerusakan akibat gempa,” ujar Presiden Toyota Koji Sato di Jepang akhir pekan lalu.
Saito mengatakan, sekitar 80 persen dari 200 perusahaan di daerah yang terkena gempa telah melanjutkan produksi atau akan segera melanjutkan produksi.
