Konversi Motor Listrik Benaran Sepi, 181 Unit 2023

Hasil prototipe konversi motor listrik PLN di PEVS 2023. (Avolta)

JAKARTA, AVOLTA – Program konversi motor konvensional atau bahan bakar minyak (BBM) ke listrik, yang digaungkan oleh pemerintah benar-benar sepi peminat. Tercatat, pada 2023, realisasi masyarakat untuk melakukan konversi tersebut hanya 181 unit hingga 31 Desember 2023.

Realisasi program konversi listrik, jadi sudah ada 181 permohonan yang sudah selesai dilakukan konversi, dan 145 permohonan telah menerima bantuan pemerintah,” ujar Plt Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu, disitat Antara, ditulis Senin (22/1/2024).

Realisasi konversi motor BBM ke listrik ini, memang masih jauh dari target yang telah ditetapkan sebesar 50 ribu unit pada 2023.

Bengkel Elders Garage salah satu yang punya sertifikasi konversi motor listrik di Indonesia. (NaikMotor.com)

Sementara itu, untuk yang telah menerima subsidi dari pemerintah, dengan nilai totoal 1,4 miliar dengan rincian delapan unit menerima bantuan Rp 7 juta, dan 137 unit menerima Rp 10 juta.

Sedangkan untuk 36 permohonan lainnya, masih dalam proses uji laik jalan, dan pengajuan Sertifikat Uji Tipe (SUT) atau Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) tahun 2024. Hal itu, juga berkaitan dengan penggantian Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) untuk mengubah keterangan jenis mesin menjadi motor listrik.

Menurut Jisman, untuk mendorong program konversi motor listrik ini, selain dengan menailan subsidi dari Rp 7 juta menjadi Rp 10 juta, juga dilakukan sosialisasi di 10 provinsi di Indonesia. Termasuk pula, memberikan pelatihan dan workshop untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bengkel konversi.

“Kementerian ESDM telah menyelenggarakan pelatihan dan workshop di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan dan Sulawesi dengan total 617 peserta dari SMK otomotif, bengkel UMKM, bengkel universitas, dan balai latihan kerja,” tukas Jisman.

CATEGORIES
TAGS