Hyundai Patenkan Teknologi Baru Baterai Solid State

JAKARTA, AVOLTA – Hyundai terus melakukan inovasi dalam industri otomotif, khususnya di segmen mobil listrik. Produsen asal Korea Selatan ini belum lama ini telah mendaftarkan paten teknologi pada baterai jenis solid-state.
Mengutip electrek, Jumat (5/1/2024), Hyundai mengajukan paten untuk larutan elektrolit, larutan pengikat, dan metode pembuatan elektroda baterai solid-state yang digunakan untuk mobil listrik di masa depan.
Hyundai menggambarkan sistem baterai solid-state dapat mempertahankan tekanan secara konstan di setiap sel terlepas dari tingkat pengisian dan pengosongan.
Paten tersebut menjelaskan sel baterai disusun dalam ruang bertekanan tertutup. Sel-sel diberi tekanan oleh cairan dalam tekanan isostatik. Perangkat bertekanan digunakan untuk mengontrol pasokan cairan ke ruang.
CEO Hyundai Jae Hoon Chang, menjelaskan bahwa Perusahaan bakal mengembangkan baterai solid-state LFP dan NCM untuk menurunkan biaya produksi dan harga jual mobil listrik, tentunya dengan lebih banyak fleksibilitas.
“Baterai solid-state semakin digemari oleh produsen sebagai alternatif potensial terhadap baterai lithium-ion yang saat ini banyak digunakan di mobil listrik,” ujar Jae Hoon.
Menurut dia, teknologi ini membuat bobot baterai menjadi lebih ringan dan aman sekaligus menawarkan pengisian daya yang lebih cepat serta kinerja yang lebih baik.
