Tarik-ulur Investasi BYD di Indonesia

Suasana booth pameran BYD di Paris Motor Show 2022. (BYD Europe)

JAKARTA, AVOLTA – Salah satu pabrikan mobil listrik asal Cina, BYD telah siap masuk ke pasar Indonesia. Pabrikan berbasis di Shenzhen ini, rencananya bakal resmi berbisnis di Tanah Air pada semester satu tahun depan, dengan membawa berbagai model ramah lingkungan unggulannya.

Tidak hanya jualan, BYD juga dikabarkan bakal berinvestasi untuk membangun ekosistem kendaraan listrik, termasuk membuat pabrik. Namun, hingga saat ini, belum ada informasi detail, berapa nilai investasi, dan strategi lengkap merek yang mengawali kiprahnya di industri otomotif ini sebagai pembuat baterai.

Liu Xeuliang, General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, mengatakan, saat ini pihaknya terus memantau kondisi pasar otomotif Indonesia. Investasi juga akan digelontorkan, setelah detail regulasi kendaraan listrik di Tanah Air resmi diterbitkan.

“Nilai investasi sudah ada di tangan saya. Namun, bagaimana implementasinya tergantung detail regulasi, dan insentif kendaraan bermotor listrik,” ujar Liu, disitat dari CNN Indonesia, ditulis Sabtu (23/12/2023).

Detail regulasi yang dimaksud Liu sendiri, adalah peraturan turunan atau petunjuk teknis (juknis) dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2023, tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 55 Tahun 2019, tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk Transportasi Jalan.

Pasalnya, BYD sendiri tak mau terburu-buru soal regulasi kendaraan ramah lingkungan yang tengah dimatangkan tersebut. BYD masih akan tetap menunggu detail regulasi sebelum mulai membangun pabrik mobil, baterai, dan infrastruktur pendukung mobil listrik lainnya di Indonesia.

“Kami melakukan strategi terbaik terkait dengan rencana bisnis BYD di Indonesia. jadi, kesimpulannya BYD tunduk pada detail regulasi tersebut, dari sisi kebijakan, seberapa cepat, seberapa detail menyangkut implementasi investasi akan kami informasikan,” tukas Liu.

CATEGORIES
TAGS