Daihatsu Stop Pengiriman Mobil di Dunia Tersangkut Skandal Keselamatan

Jejeran Unit Produksi Daihatsu bermerek Toyota di Fasilitas Vehicle Logistic Center, Sunter siap ekspor ke mancanegara. (ADM)

JAKARTA, AVOLTA – Daihatsu telah memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman semua model yang diproduksi di Jepang, dan global, termasuk Indonesia terkait skandal uji keselamatan.

Kasus pelanggaran regulasi ini sendiri, melibatkan 64 model kendaraan, termasuk 22 model yang dijual menggunakan merek Toyota, serta tiga mesin yang dipasarkan secara global.

Hal tersebut disampaikan, setelah tim independen, yang dilakukan oleh Makoto Kaiami, di bawah pengawasan Kementerian Transportasi Jepang, membuka hasil investigasi kepada Daihatsu pada April lalu, yang mengakui kecurangan di bagian pintu untuk uji keselamatan tabrak samping.

“Hari ini, kami memutuskan semua kendaraan itu yang diproduksi di Jepang maupun luar negeri, pengirimannya akan diberhentikan sementara,” jelas Presiden Daihatsu Motor Co., Ltd, Soichiro Okudaira, dalam konferensi pers secara online, Rabu (20/12/2023).

Tim independen mengatakan, berdasarkan hasil investigasi ditemukan kejanggalan baru pada 174 item dalam 25 kategori pengujian. Selain, kesalahan yang sebelumnya terungkap pada April dan Mei.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Toyota, Daihatsu memproduksi 1,1 juta kendaraan selama 10 bulan pertama 2023. Di mana, hampir 40% diproduksi di luar negeri.

Daihatsu juga menjual sekitar 660 ribu unit kendaraan di seluruh dunia pada periode tersebut, dan menyumbang 7 persen dari penjualan Toyota.

Sebagai informasi, kasus skandal uji keselamatan ini, terungkap pada April 2023, saat Daihatsu mengumumkan telah menemukan kecurangan dalam uji tabrak samping untuk empat model yang dipasarkan ke luar negeri. Perusahaan asal Negeri Matahari terbit ini, juga telah membentuk panel independen terkait masalah tersebut.

CATEGORIES
TAGS