Daihatsu Boncos Rp 10,7 T Akibat Skandal Keselamatan

JAKARTA, AVOLTA – Akibat skandal uji keselamatan yang diumumkan pekan lalu, Daihatsu Motor Co diprediksi mengalami kerugian secara finansial senilai 700 dollar AS atau setara dengan Rp 10,7 triliun.
Melansir Nikkei Asia, Jumat (29/12/2023), kerugian tersebut dihitung karena produsen otomotif asal Jepang itu harus menghentikan produksi dan mengirim unit Daihatsu dan Toyota di Jepang, dan memberikan kompensasi untuk ratusan pemasok komponen.
“Tergantung pada skala kompensasi, kerugian Daihatsu dapat mencapai 100 miliar yen atau lebih,” ujar Analis Senior Tokai Tokyo Research Institute, Seiji Sugiura.
Secara otomatis pendapatan Daihatsu berkurang, apalagi belum tahu sampai kapan produksi mobilnya itu dihentikan.
Selain itu, Daihatsu juga rencananya akan mengeluarkan uang untuk melakukan investigasi ulang dan kembali melakukan tes keselamatan untuk sejumlah model.
Perlu diketahui juga bahwa apabila skandal keselamatan ini terus berlanjut, maka ini akan menjadi kerugian pertama kalinya Daihatsu dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.
