Subsidi Terbaru Thailand Untuk Pembelian Mobil Listrik

Thailand kejar target 2 uta unit pada 2024 (Paultan)
BANGKOK, AVOLTA – Pemerintah Thailand menyediakan subsidi sebesar 18 hingga 150.000 baht atau setara Rp 7,4 sampai Rp 62 jutaan untuk pembelian kendaraan listrik. Kebiakan itu pun berakhir pada akhir tahun 2023 ini.
Program terbaru pun sudah disiapkan dengan nama EV3,5 dan telah disetujui oleh Perdana Menteri Srettha Thavisin, akan menawarkan subsidi sampai 100.000 baht atau sebesar Rp 43,9 juta mulai tahun 2024 hingga 2027.
Ketentuannya selain untuk kendaraan listrik yang diproduksi dalam negeri, subsidi juga berlaku untuk model CBU, yang detailnya:
- Mobil listrik di bawah 2 juta baht atau sekitar Rp 879 juta
- Kapasitas baterai di atas 50 kWh subsidinya 50 ribu-100 ribu baht per unit
- Kapasitas baterai di bawah 50 kWh subsidinya 20 ribu-50 ribu baht per unit
- Pikap listrik di bawah 2 juta baht dan baterainya di atas 50 Kwh, subsidinya 50 ribu-100 ribu baht per unit.
- Motor listrik harga di bawah 150 ribu baht dan baterainya di atas 3 kWh akan disubsidi 5 ribu-10 ribu baht per unit.
Kebijakan tersebut digelontorkan karena penyerapan pasar terhadap kendaraan setrum semakin banyak. Pendaftaran kendaraan listrik selama Januari-September 2023 meningkat sekitar 760 persen.
“Upaya ini akan mendorong pembangunan berkelanjutan di sektor manufaktur otomotif Thailand, di mana saat ini Thailand memegang posisi teratas di ASEAN dan berada di peringkat 10 besar secara global,” ujar Sekretaris Jenderal Board of Investment (BOI) Thailand, Narit Therdsteerasukdi.
