Negara Berkembang Bisa Jadi Pasar Buangan ICE

Asapi Jepang, India Jadi Pasar Mobil terbesar Ketiga di Dunia (economictimes)
JAKARTA, AVOLTA – Perkembangan kendaraan listrik secara global terbilang sudah maju cukup pesat. Terlebih, untuk negara-negara seperti Amerika Serikat, dan juga benua Eropa dan beberapa negara Asia seperti Cina.
Bahkan, negara-negara berkembang justru menjadi potensi sebagai tempat pembuangan kendaraan konvensional atau internal combusition engine (ICE) dari negara-negara maju yang didukung kebijakan kendaraan listrik yang juga cukup bagus.
Berdasarkan Studi dari Carbon Tracker dalam laporan bertajuk Driving Change: How Electric Vehicles can rise in the Global South menyebutkan, negara berkembang yang mayoritas berada di selatan bumi, saat ini masih menjadi konsumen mobil ICE baru dan bekas terbesar di dunia.
Negara yang berada di wilayah selatan itu mayoritas berasal dari benua Afrika, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara.
Artinya Indonesia masih menjadi salah satu negara yang berpotensi untuk jadi negara buangan roda empat bermesin konvensional, berbahan bakar bensin atau diesel.
Sedangkan negara-negara yang maju lebih cepat mengkonsumsi mobil elektrifikasi termasuk listrik murni (BEV) dan hybrid, terjadi paling banyak di bumi belahan utara. Hal tersebut, karena pembelian mobil baru juga relatif lebih cepat di negara wilayah utara.
Keadaan tersebut, juga disebabkan masifnya kebijakan pembatasan penjualan mobil konvensional di negara-negara maju. Sehingga, muncul kekhawatiran produsen kendaraan dunia akan mulai mengalihkan model konvensionalnya ke negara-negara berkembang.
