Hyundai Kejar TKDN Ioniq 5 Tembus 60%

Hyundai Ioniq 5 di DPR RI (dpr.go.id)
JAKARTA, AVOLTA – Hyundai memastikan pabrik baterai, yang bekerja sama dengan LG Energy Solution siap beroperasi mulai April 2024. Nantinya, fasilitas perakitan ini bisa mensuplai baterai untuk mobil listrik asal Korea Selatan tersebut, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengatakan, dengan beroperasinya pabrik baterai tersebut, bisa langsung disuplai untuk Ioniq 5, dan bakal meningkatkan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mobil ramah lingkungan tersebut.
“Pastinya di atas 40% ya, bisa 60% (TKDN). Nanti yang mengeluarkan resmi dari HMMI (Hyundai Motor Manufacturing Indonesia) ya,” ujar pria yang kini ingin akrab disapa Frans, saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sementara itu, dalam produksi baterai nanti akan menggunakan jenis lithium Nickel Manganese Cobalt Oxide (NMC). Hal ini lantaran Indonesia memiliki sumber daya besar untuk bahan baku Nikel dan juga Cobalt.

Ilustrasi mobil listrik Hyundai Kona, lagi cas baterai. (Hyundai)
Selain itu, dengan dimulainya penggunaan baterai lokal Hyundai pada tahun depan, juga membuka peluang harga mobil listrik Hyundai bisa lebih murah. Namun, memang ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, sehubungan dengan penurunan harga tersebut.
“Satu lagi yang perlu diperhatikan bahwa itu kan investasi ya kalau investasi kan ada depresiasi juga. Nah itu yang nanti harus perhitungkan apakah memang bisa langsung sebegitu turunnya harganya? Ataukah memang secara bertahap?,” tukasnya.
Pabrik baterai EV ini dibangun di atas lahan seluas 32.188 meter persegi ini bakal di bawah naungan Hyundai Energy Indonesia (HEI), anak usaha Hyundai Motor Group yang fokus terhadap produksi sel baterai.
Selain itu, fasilitas perakitan baterai ini diklaim bakal memiliki kapasitas produksi 21.000 unit Battery Sytem Assembly (BSA) hingga tahun depan. Selanjutnya, akan ditambah hingga 56.000 unit BSA. Sehingga, total kapasitasnya akan menjadi 77.000 unit BSA.
