Ekspor Wuling Melejit, Air EV Jadi Tulang Punggung

Wuling Air ev Buatan Indonesia Beredar di Thailand, Harga Cuma Rp168 jutaan (PRThai)
JAKARTA, AVOLTA – Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor Wuling secara completely built up (CBU) mengalami pertumbuhan yang signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu. Pabrikan asal Cina ini, berhasil mengirim sebanyak 1.214 unit mobilnya ke luar negeri pada periode Januari hingga Oktober 2023.
Jumlah tersebut naik berkali-kali lipat (8.571,4%) dibanding periode yang sama tahun lalu, yang hanya 14 unit.
Dijelaskan Brand & Marketing Director Wuling Motors Dian Asmahani, target ekspor pabrikan asal Cina ini memang mengincar negara yang mengadopsi setir kanan, termasuk mobil listrik. Namun, Dian sendiri masih enggan menyebutkan secara detail target ekspornya karena masih dalam tahap penjajakan.
“Ada beberapa permintaan dari beberapa negara, tapi masih dalam proses penjajakan,” ujar Dian, di Summarecon mall Serpong (SMS), Tangerang, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, beberapa negara tujuan ekspor Wuling saat ini, adalah Thailand, Fiji, Nepal, Hong Kong, Jepang, Brunei Darussalam, Tanzania, Bangladesh, Uganda, serta Mauritius.
Thailand menjadi negara yang paling banyak menerima produk ekspor Wuling dengan 1.106 unit untuk Air ev. Selanjutnya ada Nepal 56 unit, Fiji 29 unit, Bangladesh 10 unit, Hong Kong 3 unit, Jepang 3 unit, Brunei Darussalam 2 unit, Tanzania 2 unit, Uganda 2 unit, serta Mauritius 1 unit.
Berdasarkan produk, Air ev jadi tulang punggung ekspor Wuling, dengan sebanyak 1.193 unit dikirim ke pasar luar negeri, lalu disusul Cortez 12 unit, Formo Blind Van 7 unit, dan Almaz 1,5 L T 2 unit.
